Video Game Publlisher Electronic Arts
EA ( Electronic Arts) adalah perusahaan video game dari
America yang berpusat di California. EA adalah perusahaan gaming terbesar nomer
dua sebelum Activision Blizzard
Didirikan dan didirikan pada tanggal 27 Mei 1982, oleh
karyawan Apple, Trip Hawkins , perusahaan ini adalah pelopor industri game
komputer rumahan awal dan terkenal karena mempromosikan para desainer dan
pemrogram yang bertanggung jawab atas permainannya. EA menerbitkan banyak game
dan perangkat lunak produktivitas untuk komputer pribadi dan kemudian
bereksperimen dengan teknik untuk mengembangkan game secara internal, yang
mengarah pada peluncuran Skate or Die! . [1]
1.
Strategi
Manajemen IT service:
Pengoptimalan sumberdaya oleh perusahaan EA:
·
Sumber daya dalam perusahaan game itu berupa IP
(Intelectual Properties) yaitu adalah barang barang berupa design, game engine,
voice line, nama game, nama character DLL. Dalam mengoptimalkan sumberdaya yang
dimiliki oleh perusahaan EA berdasarkan hasil analisa kami, kami memutuskan
bahwa sumberdaya IP yang dimiliki tidak digunakan secara optimal. Ada beberapa
contoh kasus yang menjadi patokan mengapa kami mengambil keputusan bahwa
sumberdaya yang dipakai tidak optimal salah satunya adalah:
·
Penggunaan IP Comamnd & Conquer. Command & Conquer (CnC) adalah game
buatan perusahaan Westwood yang di akusisi oleh EA pada tahun 1998 dan
bergabung dengan EA Los Angeles pada tahun 2003. Game CnC adalah game RTS
klasik yang memiliki banyak fans loyal hingga saat ini. Di rilis pada tahun
1995 dan sudah memiliki banyak sequel, hingga bagian terakhir dari game
tersebut rilis (CnC 4 Tiberian Twilight). Terlihat sangat menguntungkan, banyak
fans yang menginginkan game tersebut untuk di reboot/ dibuat kembali dengan
grafik modern. EA mengetahui tentang hal tersebut dari mulai banyak nya fans
loyal hingga banyak nya fans yang menginginkan versi reboot dari game
terserbut. Tetapi EA justru malah me rilis mobile game dengan dasar CnC. Fans dari
seluruh dunia sangat kecewa, apa lagi dengan model game yang sangat kental
dengan Pay-To-Win (bayar untuk menang) nya membuat fans sangat marah dan
kecewa. Ini adalah salah satu contoh kasus yang membuat kita sepakat bahwa
penggunaan sumberdaya EA tidak optimal
·
Sebagai pengguna layanan EA pasti sebagai game developer anda ingin game
anda dipromosikan seluas mungkin, hingga seluruh dunia tau bahwa game anda akan
rilis di suatu waktu. Kebuthan tersebut berupa marketing, distribusi,
pengiklanan, public demo/trial,promosi, DLL. EA sudah menyediakan hal-hal
tersebut dengan lengkap. Berdasarkan game game yang di publish oleh EA, dari
mulai pengiklanan hingga promosi sangat luas. Bahkan diadakan konferensi khusus
untuk player dan developer untuk berbicara saling tanya jawab.
·
Menurut kami agar EA dapat mengoptimalkan
sumberdaya yang mereka miliki, EA harus mendahulukan customer yang berupa fans
dari IP-IP yang EA miliki, sebelum fokus untuk merauk keuntungan berlebih tanpa
memikirkan game apa yang dibuat.
2.
Service
Portofolio
Ragam Jenis Pelayanan oleh Perusahaan EA
EA adalah perusahaan yang pada awal nya saat didirikan
adalah perusahaan penerbit game komputer rumahan yang kemudian mulai untuk
membuat game nya sendiri.
·
Jenis pelayanan yang disediakan oleh EA itu
berupa game publishing/penerbitan. Maksud dari penerbitan ini adalah EA yang
akan mengurus segala jenis promosi untuk game tersebut, dari mulai distribusi,
marketing, pengiklanan, kesepakatan dengan retail, publik relasi, dan hal
lainnya yang biasanya kita tidak tau karena itu semua diakukan di belakang.
Fungsi dari penerbitan ini adalah mengurangi beban pada game developer yang
ingin merilis game buatan mereka ke publik. Jadi jika anda ingin merilis game
buatan anda ke publik. Anda sebagai developer cukup fokus untuk memperbagus
game buatan anda, untuk bagian iklan, promosi, marketing DLL dapat diserahkan
kepada publisher yang ada, salah satu nya adalah EA.
3.
Financial
Management
Dana, kecukupan perusahaan EA
·
Berdasarkan pada financial report yang dirilis
ke publik oleh EA sendiri yang dikutip di bawah ini:
·
Dapat diambil kesimpulan bahwa pada tahun 2018
asset EA mengalami kenaikan signifikan dari $145 juta menjadi $165 juta dan EA
memiliki lebih dari cukup dana untuk terus menajutkan usaha game publishing dan
developing
·
Dengan kenaikan tersebut EA dapat melakukan
ekspansi di bagian game developing. selain untuk memperluas jangkauan customer
perusahaan ekspansi di bagian game developing ini dapat memperbaiki hubungan
antara customer yang mulai hilang karena game game yang di rilis tidak sesuai
keinginan.
4.
Demand
Management
Kebutuhan pengguna layanan pada perusahaan EA
·
Sudah di bahas di Bagian Ragam Jenis Pelayanan
bahwa EA adalah perusahaan game publisher yang menyediakan segala jenis promosi
untuk game yang akan dirilis oleh sebuah studio developer.
·
muncul rumor bahwa CnC akan di reboot oleh EA,
rumor ini lah yang sangat ditunggu oleh para fans CnC kemudian rumor tersebut
berubah menjadi berita official yang telah di konfirmasi oleh EA itu sendiri.
Namun karena fans sudah terlanjur kecewa dengan rilisnya mobile game pay to
win, fans sangat skeptikal dengan berita ini. Banyak yang beranggapan bahwa ini
hanya taktik EA untuk menarik kembali fans CnC yang sudah menjauh dari
perusahaan tersebut untuk kembali, dan untuk memancing mereka untuk bermain
mobile game tersebut, sekaligus merauk keuntungan lebih dari model game Pay to
Win. Berita ini terlihat seperti EA akhirnya telah mulai kembli mengoptimalkan
sumberdaya yang mereka miliki. Namun berita ini tidak memungkiri bahwa EA hanya
ingin menarik kembali fans yang sudah mulai menjauh dari EA untuk kembali
membeli produk EA.
·
Dengan di-remake nya CnC, EA sudah mulai kembali
memenuhi demand dari para customer yang menginginkan game klasik tersebut
walaupun masih banyak yang skeptikal tetapi hal ini adalah hal yang positif
untuk perusahaan di sisi demand management
5.
Busines Relationship
Relasi bisnis EA
·
Hubungan bisnis EA sudah sangat luas, dapat
dilihat dari website wikipedia untuk EA. EA memiliki studio developer sebanyak
23 studio. Walaupun majoritas dari studio diatas adalah hasil akusisi. Namun
tidak merubah fakta bahwa hubungan bisnis EA sangat lah luas.
·
EA terkenal dengan cara nya yang licik untuk
mendapatkan IP dari sebuah perusahaan developer game dengan cara mengakusisi
kepemilikan perusahaan dan kemudian menutup perusahaan tersebut, sehingga
secara otomatis IP yang dimiliki perusahaan yang ditutup menjadi hak milik EA.
Banyak yang mengkritik hal tersebut dari mulai portal berita hingga fans dan
bahkan perusahaan saingan lainnya .
·
Sebagai contoh saat EA membeli perusahaan
Westwood (developer original CnC) pada tahun 1998 hanya 5 tahun perusahaan
tersebut berdiri di bawah EA kemudian pada tahun 2003 westwood di tutup. Fans
sangat kecewa dengan ditutup nya westwood karena mereka lah yang membuat CnC
pertama kali nya. CnC akan tetap dibuat tetapi bukan dengan westwood lagi
melaikan dengan EA.
·
Hubungan bisni EA dengan pelanggan juga
belakangan ini mulai lebih fokus kepada keuntungan yang maksimal, Bukan
kepuasan customer bisa diliat pada game game yang dirilis oleh EA. Contoh nya
adalah CnC Rivals. Pada dasarnya CnC adalah game PC dan game Rivals di rilis
untuk Mobile. Dan dengan bentuk pay-to-win yang sangat kental. Dari kasus
diatas dapat dilihat bahwa EA lebih mementingkan keuntungan yang maksimal
dibanding kepuasan pelanggan.
·
Tetapi EA sudah mulai untuk memperbaiki hubungan
dengan customer dengan memenuhi keinginan fans CnC dengan remake nya. Walaupun
masih belum tau akan seperti apa game tersebut saat rilis.
·
Dengan membaiknya hubungan dengan customer
secara otomatis hubungan antar perusahaan developer yang EA miliki, karena
dengan dibuat nya game yang sesuai dengan keinginan fans sama dengan membuat
game yang diinginkan oleh developer teresebut .
Sumber:
1.
Wikipedia, 14 June 2019, Electronic Arts,
wikipedia.org
2.
Jason Schreier, 25 september 2015, Here's What A
Publishing Deal With EA Looks Like, kotaku.com
3.
EA, 24 Juni 2019, Annual Reports, ea.com
4.
Wikipedia, 17 Juni 2019, List of acquisitions by
Electronic Arts, wikipedia.org
5.
Ethan Gach, 05 December 2018, Command And
Conquer Mobile Game Would Be Great If It Weren't Pay-To-Win, kotaku.com
